Strategi Pembangunan Ekonomi
Nama
Kelompok :
Badar
Adiwijaya (21212331)
Bryn Artha
Patria (28212399)
Reinhart Hamonangan (26212094)
Fakultas
Ekonomi
Universitas
Gunadarma
Strategi
Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi adalah
suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita,
memperhintungkan adanya perkembangan
penduduk di sertai dengan perubahan fundamental dalam struktur
ekonomi suatu Negara dan pemerataan bagi
penduduk suatu Negara.
A.
Strategi Pertumbuhan
Strategi ini akan terpusat pada upaya pembentukan modal,
dan bagaimana menanamnya secara seimbang, menyebar, terarah & memusat
sehinga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi ini
akan di rasakan oleh golongan lemah melalui proses, dengan melalui tindakan
pemerintah mendistribusikan hasil pembangunan.
Distribusi kembali hasil pembangunan
yang tidak berjalan dengan semestinya menyebabkan golongan lemah yang tidak
memiliki akses terhadap modal dan teknologi semakin tertinggal.
B.
Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
Konsep Strategi pembangunan
dengan pemerataan ini dengan di tingkatkannya pembangunan melalui teknik social
engineering yaitu penyusunan perencanaan induk & paket program terpadu,
tapi strategi ini belum berhasil memecahkan masalah pengangguran massal.
Kurva Lorenz
menggambarkan distribusi kumulatif pendapatan nasional di kalangan lapisan
penduduk. Koefisien Gini adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan agregat
(secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna)
hingga satu (ketimpangan yang sempurna). Koefisien Gini dapat diperoleh dengan
menghitung rasio bidang yang terletak antara garis diagonal dan kurva Lorenz
dibagi dengan luas separuh bidang di mana kurva Lorenz itu berada.
C.
Strategi Ketergantungan
Karena ketidak sempurnaan
strategi pertama dan kedua muncullah strategi ketergantungan pada tahun 1965
,teori ini menjelaskan tentang dasar-dasar kemiskinan yang diderita oleh
negara-negara berkembang, kemiskinan ini disebakan karena adanya ketergantungan
negara tersebut dari pihak atau negara lain
maka dari itu suatu negara harus mengarahkan upaya pembangunan
ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan pada pihak/negara
lain.Langkah yang dapat ditempuh yaitu dengan meningkatkan produksi nasional
yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih
mencintai produk nasional.
Dari tabel di atas, Indonesia hanya
mengalami surplus perdagangan dengan China pada 2003 sebesar 535 juta dollar
AS, tepatnya 1 tahun sebelum pelaksanaan Free Trade Area. Dan sejak 2004 hingga
Nov 2009, Indonesia ‘konsisten’ mengalami defisit perdagangan.
D.
Strategi Berwawasan Ruang
Strategi ini dikemukakan
oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang mampunya
daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya/maju.
Menurut mereka kurang
mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan/pengaruh
menyetor dari kaya ke miskin (Spread Effects) lebih kecil daripada terjadinya
aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (Back-wash-effects).
Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya
bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman
percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang
Back-Wash-Effect menyebabkan adanya
sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya menyebebabkan daerah miskin tidak
dapat berkembang.
E.
Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasaran dari strategi ini adalah
menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan
oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan
bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan
masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena
itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan
kebutuhan pokok dan sejenisnya
Pengangguran merupakan sumber
ketidak-mampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan pokok karena tingkat
pendapatan rendah. Negara dengan tingkat pengangguran yang tinggi cenderung
memiliki pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar