Nama Kelompok :
Badar Adiwijaya (21212331)
Bryn Artha Patria (28212399)
Reinhart Hamonangan (26212094)
Faktor
yang Mempengaruhi Pemilihan Strategi Pembangunan Ekonomi
Pada
dasarnya faktor - faktor yang akan mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan
ekonomi adalah tujuan yang ingin dicapai. Apabila yang ingin dicapai adalah
tingkat pertumbuhan yang tinggi, maka faktor yang mempengaruhi digunakannya
strategi tersebut adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah, akumulasi
kapital rendah, tingkat pendapatan pada kapital yang rendah, struktur ekonomi
yang berat ke sektor tradisional yang juga kurang berkembang.
Melalui
peningkatan laju pertumbuhan itu orang percaya bahwa prinsip trickle down
effects akan bekerja dengan baik sehingga tujuan pembangunan secara keseluruhan
dapat dicapai. Namun sepertinya yang telah diuraikan ternyata strategi
pembangunan itu tidak dapat berperan baik, khusunya dalam mencapai tingkat
pemerataan pembagunan, mengatasi penggangguran dan kemiskinan. Sehingga faktor
yang mempengaruhi dipilihnya strategi penciptaan lapangan pekerjaan adalah
tidak bekerjanya trickle down effect, pemerataan pembangunan yang pincang, penggangguran
yang cukup besar sehingga di sektor tradisional yang tidak dipihak lain masih
didukung laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi.
Faktor
yang mempengaruhi diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi pada
penghapusan kemiskinan-kemiskinan pada dasarnya dilandasi keinginan yang baik, tetapi
berdasarkan norma tertentu kemiskinan harus secepat mungkin dibatasi. Sementara
itu strategi-strategi pembangunan yang lain ternyata sangat sulit mempengaruhi
atau memberikan manfaat secara langsung kepada golongan miskin.
Strategi
pembangunan, seperti telah diuraikan, ternyata malah menimbulkan ketidak-merataan
hasil pembangunan. Ketidak-merataan itu tidak hanya antar golongan masyarakat,
tetapi juga antar daerah. Sehingga ada daerah maju dan ada juga daerah yang
terbelakang. Ketimpangan antar daerah ini pada dasarnya disebabkan oleh
kebijaksanaan penanaman modal yang cenderung diarahkan ke lokasi tertentu atau
malah akan terpusat di sesuatu daerah hal ini menyebabkan penyebaran penduduk
juga tidak merata dan akan menumpuk disuatu daerah. Biasanya modal yang
ditanamkan tersebut bersifat pada modal dan outputnya atau pada hasilnya yang
berorientasi ke pasar-pasar internasional dan kelompuk menengah ke atas di
dalam negeri. Dalam kebijaksanaan ini ternyata bekerjanya prinsip spread effect
(bandingkan dengan prinsip trickle down effect) lebih lemah dibandingkan dengan
bekerjanya back-wash effect (proses mengalir nya dan sumber daya dari daerah
terbelakang & desa) ke daerah maju (perkotaan), sehingga strategi penanaman
modal itu mengakibatkan makin miskinnya daerah terbelakang,khusunya pemiskinan
sumber dayanya.
Selain
karena kebijaksanaan penanaman modal, ketimpangan antar daerah juga disebabkan
karena potensi daerah yang berbeda-beda. Didaerah kalimantan misalnya, potensi
hutannya besar sekali dan itu tidak dimiliki pulau Jawa. Riau memiliki sumber
minyak bumi dan tidak dimiliki di pulau jawa. Dengan demikian faktor-faktor
yang mempengaruhi diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi kepada
pemerataan antar daerah potensi anyar daerah yang berbeda,kebijaksanaan
penanaman modal yang berat sebelah dan karena adanya ketimpangan antar daerah.